Agro News

Akademisi FP Unwar Rekomendasikan KWT Berinovasi Olah Jagung Manis Jadi Susu

Denpasar, Akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar) merekomendasikan kelompok wanita tani (KWT) di Bali untuk berinovasi mengolah jagung manis menjadi susu. Inovasi ini dipandang penting sebagai upaya pengelolaan pasca panen dan meningkatkan nilai ekonomi dari produk jagung manis yang dihasilkan petani.

“Untuk meningkatkan nilai tambah pada budidaya tanaman jagung manis, produksinya tidak hanya dipanen dalam bentuk segar melainkan juga diolah menjadi produk siap saji yang diolah menjadi susu jagung manis” kata akademisi FP-Unwar Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si ketika dikonfirmasi di Denpasar pada Senin (1/7).

Menurut Udayana, pengolahan jagung manis menjadi susu tidak saja sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi sebuah produk, tetapi juga memberikan dampak kesehatan bagi masyarakat. Adapun manfaat Susu Jagung Manis adalah untuk menambah Kesehatan tubuh dan menambah energi. Susu jagung manis mengandung sejumlah nutrisi penting seperti karbohidrat, serat, protein, vitamin, dan mineral. Susu jagung manis juga mengandung Sumber Energi, Kandungan karbohidrat dalam susu jagung manis dapat memberikan energi yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari.

“Jagung manis mengandung antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jagung manis mengandung senyawa yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung” papar Udayana.

Udayana menjelaskan susu jagung manis bisa menjadi alternatif yang baik bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa atau mencari variasi dalam minuman sehari-hari. Namun, seperti halnya dengan makanan atau minuman lainnya, sebaiknya dikonsumsi dengan bijak sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan secara individu dengan alergi jagung harus berhati-hati atau menghindari konsumsi susu jagung manis.

Ia menambahkan upaya sosialisasi terhadap cara pengolahan jagung manis menjadi susu sudah pernah dilakukan, salah satunya dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani Desa Sulangai, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan serangkaian pelaksanaan program Pengabdian kepada masyarakat (PKM).

Data Luas panen dan produksi tanaman jagung manis di Indonesia yaitu pada 2023 luas panen jagung pipilan diperkirakan sebesar 2,49 juta hektare dengan Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2023 sebesar 14,46 juta ton. Luas panen jagung pipilan pada 2023 diperkirakan sebesar 2,49 juta hektare, mengalami penurunan sebanyak 0,28 juta hektare atau 10,03 persen dibandingkan luas panen pada 2022 yang sebesar 2,76 juta hektare, dan pada produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2023 diperkirakan sebesar 14,46 juta ton, mengalami penurunan sebanyak 2,07 juta ton atau 12,50 persen dibandingkan pada 2022 yang sebesar 16,53 juta ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *